Hujan Kabar Baik, Cuma AS yang Bikin Cemas: IHSG- Rupiah Lanjut Pesta?

5 hours ago 3
  • Pasar keuangan Indonesia berakhir di zona hijau, pasar saham dan rupiah menguat
  • Wall kompak menguat setelah ekspektasi kenaikan suku bunga mereda
  • Perkembangan ekonomi dunia serta data ekonomi akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia kompak berakhir di zona hijau. Bursa saham menguat sementara rupiah terapresiasi.

Pasar keuangan Indonesia diharapkan melanjutkan penguatan pada hari ini. Selengkapnya mengenai sentimen pasar keuangan hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan kemarin, Kamis (3/9/2026).

IHSG ditutup menguat 72,11 poin atau 1,09% ke level 6.667,89. Perdagangan berlangsung ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp18,64 triliun, volume 40,79 miliar saham, dan frekuensi 2,5 juta kali.

Hampir seluruh sektor saham ditutup di zona hijau. Penguatan terbesar datang dari sektor properti, konsumer primer, dan barang baku. Sementara itu, sektor konsumer non-primer dan kesehatan menjadi dua sektor yang terkoreksi.

Sebanyak 402 saham menguat, 213 melemah dan 180 stagnan.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menopang laju IHSG, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Penguatan IHSG juga dibarengi derasnya aliran modal asing. Investor asing membukukan net foreign buy Rp1,07 triliun di seluruh pasar sepanjang perdagangan kemarin.

Bank Mandiri menjadi saham yang paling banyak diborong asing, dengan net buy mencapai Rp471,38 miliar dari total transaksi asing Rp1,04 triliun.

Saham bank pelat merah lainnya, BBNI, juga masuk jajaran teratas incaran asing. BBNI mencatat net buy Rp87,40 miliar, dengan total transaksi asing mencapai Rp176,42 miliar.

Selain bank BUMN, asing turut mengakumulasi sejumlah saham big caps. BBCA mencatat net buy Rp207,10 miliar, disusul CPIN Rp131,92 miliar dan ANTM Rp108,95 miliar.

Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Rupiah bahkan menyentuh level terkuat dalam sekitar 15 pekan.

Mengacu data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,56% ke Rp17.650/US$. Posisi ini menjadi level penutupan terkuat sejak 21 Mei 2026.

Sejak pembukaan, rupiah sudah menguat 0,25% ke Rp17.705/US$. Penguatan kemudian berlanjut hingga rupiah menguat 50 poin pada penutupan.

Penguatan ini membalikkan tren sehari sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (2/9/2026), rupiah ditutup melemah di level Rp17.750/US$.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melandai ke 7,1% pada Kamis kemarin, dari 7,23% pada hari sebelumnya.

Melandainya imbal hasil menandai harga SBN tengah naik karena diburu investor.

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |