Hasil Lengkap Investigasi Awal KNKT Soal Tabrakan Argo Bromo Vs KRL

7 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan investigasi awal terkait kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 lalu.

Dalam kecelakaan ini melibatkan dua KRL Commuter Line yakni KA 5568A relasi Kampung Bandan-Cikarang dan KA 5181 relasi Cikarang Angke. Tak hanya KRL Commuter Line, juga ada KA Argo Bromo Anggrek bernomor KA 4B dan sebuah kendaraan umum.

Pada rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Basarnas, dan Korlantas Polri, Kamis (21/5/2026), Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menemukan beberapa temuan awal.

"Pada kesempatan ini kami dari KNKT melaporkan awal investigasi kecelakaan Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Pada presentasi ini, kami hanya menyajikan data faktual, tidak terkait analisis dan tidak ada kesimpulan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan. Namun dari presentasi kami nanti bisa diambil beberapa pemahaman kenapa kecelakaan tersebut bisa terjadi," kata Soerjanto dalam paparannya pada RDP bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026) lalu.

Lantas, apa saja fakta yang didapati KNKT atas insiden ini? Berikut ini penjelasannya.

1. Pada segmen Bekasi- Cikarang pengoperasian dan pelayanan untuk KA Jarak Jauh (penumpang dan barang) serta KA Commuter Line pada jalur yang sama (shared track) dimana terdapat perbedaan kecepatan operasi KA, prioritas pelayanan, dan stasiun perhentian.

2. Terdapat perbedaan waktu kedatangan dan keberangkatan antara program berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) dan Realisasi yang mengakibatkan pemangkasan headway antara KA Commuter Line dengan KA Jarak Jauh.

3. Berdasarkan rekaman CCTV St. Bekasi, KA 4B Argo Bromo Anggrek berjalan langsung melalui jalur 3 St. Bekasi menuju St. Bekasi Timur dengan sinyal keluar J12 beraspek hijau.

4. Berdasarkan hasil observasi lapangan, diketahui bahwa sebelum masuk St. Bekasi Timur terdapat sinyal UB104 dan sinyal blok B104.

5. Berdasarkan hasil observasi lapangan sinyal UB104 dapat menunjukan simbol berupa:

a. aspek putih vertikal mengindikasikan aspek aman.
b. aspek putih miring kekanan 45° mengindikasikan hati-hati.
c. aspek putih horizontal mengindikasikan tidak aman. Sumber : Peraturan Dinas 3 (PD 3) mengenai Semboyan

Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

6. Berdasarkan hasil wawancara dan rekaman percakapan, pada saat KA 4B melintas di petak jalan antara St. Bekasi - St. Bekasi Timur, sinyal B104 menunjukkan semboyan 7 (aspek merah).

7. Di sekitar lokasi sinyal UB104 terdapat sejumlah sumber cahaya dari rumah warga dan lampu penerangan jalan dengan intensitas dan warna yang menyerupai aspek sinyal UB104.

8. Berdasarkan hasil simulasi pelayanan KA (train stepping) yang dilakukan pada Equipment Room St. Bekasi dan simulasi lapangan pasca kejadian dengan skenario rute perjalanan KA berjalan langsung dari jalur 3 Stasiun Bekasi dan kondisi track section 104BT terisi (occupied), dengan hasil simulasi sebagai berikut :

a. sinyal keluar J12 dapat menunjukkan aspek berwarna hijau (semboyan 5).
b. sinyal ulang blok UB104 menunjukan cahaya mendatar menyala berwarna putih (semboyan 9C3).
c. sinyal blok B104 menunjukan aspek berwarna merah (semboyan 7). Dari simulasi pelayanan KA yang dilakukan menunjukan hasil yang konsisten dari aspek persinyalannya.

Sistem Persinyalan di petak jalan antara Bekasi -Bekasi Timur menggunakan sistem blok otomatis (Automatic Block System).
Pembentukan Rute berangkat dari Jalur 3 Bekasi keBekasi Timur (Rute 12T-14T):

1. Sinyal J12 ke track 14T;
2. Dengan syarat track terkunci clear 13AT, 13BT, 13CT, 13DT, 14T.

9. Berdasarkan analisis data logger lokomotif KA 4B Argo Bromo Anggrek pada tanggal 27 April 2026, pengereman terhadap laju KA dilakukan secara bertahap dimulai dengan aplikasi rem pelayanan (Service Brake), kemudian Full Service Brake dan aplikasi pengereman darurat (Emergency Brake).

10. Berdasarkan hasil wawancara dengan Awak Sarana KA 4B Argo Bromo Anggrek, taktis pengereman dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan terhadap rangkaian kereta yang

11. Tindakan Awak Sarana pada waktu menghadapi bahaya dalam pengoperasian Lokomotif telah dalam Peraturan Direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Nomor: PER.U/KL.104/VII/4/KA-2023 tentang Peraturan Dinas 16A mengenai Pengoperasian Lokomotif Diesel dan Kereta Rel Diesel tahun 2023, Bagian Kedua Belas, Tindakan pada Waktu Menghadapi Bahaya, pasal 40.

12. Pelayanan komunikasi di Pusat Kendali (PK) Manggarai Lintas Timur :

a. PK Timur mengendalikan perjalanan KA Lintas Timur untuk KA Commuter Line (CL) dan KA yang ditarik Lokomotif.
b. Pada Meja PK Timur terdapat 1 konsol radio pelayanan komunikasi Radio Lok PK S.1 untuk pelayanan komunikasi dengan Lokomotif Lintas Timur.
c. Untuk pelayanan komunikasi radio dengan KA CL Lintas Timur dilayani oleh PK Selatan menggunakan Radio Sepura S.27 dan Tait S.27 menyesuaikan perangkat yang terpasang pada KACL.
d. Pada meja PK Selatan, terdapat 5 konsol radio yang terdiri dari :

▪ Radio Lok PK S.23 (Lok Lintas Selatan)
▪ Radio Sepura S.26 (CL Lintas Selatan)
▪ Radio Tait S.26 (CL Lintas Selatan)
▪ Radio Sepura S.27 (CL Lintas Timur)
▪ Radio Tait S.27 (CL Lintas Timur)

13. Saat terjadi kecelakaan, radio yang digunakan masing-masing sarana KA sebagai berikut:

• KA CL 5181 menggunakan Radio Tait dan berada pada wilayah komunikasi S.27 (PK Selatan)
• KACL5568A menggunakan Radio Sepura dan berada pada wilayah komunikasi S.27 (PK Selatan)
• KA 4B Argo Bromo Anggrek menggunakan Radio Lok dan berada pada wilayah komunikasi S.1 (PK Timur)

14. Sebelum kejadian tabrakan antara KA 4B Argo Bromo Anggrek (Gambir - Surabaya Pasarturi) dan KA 5568A Commuter Line (Kampungbandan - Cikarang) di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, terdapat kejadian KA 5181 Commuter Line (Cikarang - Angke) tabrakan dengan kendaraan roda empat di perlintasan sebidang jalur hilir JL. Ampera Bekasi Timur yang dijaga oleh swadaya masyarakat. Kejadian ini berdampak pada KA 5568A yang berada di jalur hulu yang tidak dapat melintas arah keluar St. Bekasi Timur ke arah St. Tambun (track section 103AT dan 103BT), masinis memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan meskipun telah mendapatkan aspek hijau (semboyan 5) di sinyal blok B103 karena adanya kerumunan masyarakat.

15. Dari hasil rekaman percakapan (voice logger) antara Masinis dengan PK Manggarai, diketahui bahwa informasi dari KA 5568A Commuter Line yang masih berhenti di jalur 1 (hulu) St. Bekasi Timur karena adanya kerumunan masyarakat, tidak tersampaikan ke PK Selatan. Hal tersebut dikarenakan pada saat yang bersamaan PK Selatan sedang melakukan pengamanan KA 5181 Commuter Line yang mengalami kejadian temperan dengan Taksi GreenSM dan KA 6075 Commuter Line yang berada di belakang KA

16. Terdapat perbedaan rujukan waktu yang digunakan (master time) dalam masing-masing tipe radio komunikasi di PK Manggarai, logger lokomotif, logger sistem persinyalan, ruang pelayanan KA di stasiun operasi, CCTV KA dan CCTV Stasiun.

KNKT masih melakukan proses investigasi kecelakaan tabrakan KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur, Daop 1 Jakarta. KNKT telah menerima informasi terkait tindakan yang dilakukan olehparapihak terkait dalamrangka peningkatan keselamatan pasca kejadian.

"KNKT telah menerima informasi terkait tindakan yang dilakukan oleh para pihak terkait dalam rangka peningkatan keselamatan pasca kejadian," ujar Soerjanto.

Dia berharap proses investigasi ini dapat berjalan lancar dan dapat diumumkan kepada masyarakat publik tiga bulan ke depan.

"Kita berharap kalau semua proses investigasi lancar, antara 2-3 bulan, mudah-mudahan bisa kita selesaikan," pungkasnya.

(wur/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |