Harga Batu Bara Anjlok, Tanda Perang Mulai Melunak

5 hours ago 3

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

10 May 2026 11:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara hancur dibandingkan dengan penutupan pekan sebelumnya seiring dengan jatuhnya harga minyak global.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026) ditutup di US$ 134,45 per ton atau jatuh 0,55% dari perdagangan hari sebelumnya.

Pelemahan ini melanjutkan tren penurunan pada Rabu (6/5/2026) walaupun pada hari Kamis (7/5/2026) terjadi rebound kenaikan sesaat pada komoditas batubara tersebut

Harga batu bara terjun akibat tensi geopolitik yang mulai mereda dengan adanya titik terang, dapat dilihat dari harga komoditas dan energi global yang sudah mulai melandai secara perlahan.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) telah turun ke level $95,52 per barel. Sementara itu, minyak Brent turun ke level $101,29 per barel di mana pada awal pekan Brent sempat menyentuh level di atas $114 sementara WTI di level $106.

Batu bara dan minyak adalah komoditas yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya sehingga korelasi satu dengan yang lainnya sangat berketergantungan.

Volume Impor Batu Bara China Menurun, Produksi di India Ikut Tertekan

Administrasi Kepabeanan China mencatat penurunan impor batu bara sebesar 14% secara tahunan pada bulan April 2026 menjadi 33,1 juta metrik ton, dibandingkan 37,83 juta metrik ton pada bulan April 2025.

Sepanjang periode Januari hingga April 2026, total impor batu bara China mencapai 149,4 juta metrik ton, mengalami penyusutan sebesar 2,1% yoy. Sebagai perbandingan, impor pada bulan Maret 2026 sempat mencatatkan kenaikan tipis 1% yoy menjadi 39,06 juta ton.

Di pasar domestik China, harga batu bara termal di pelabuhan dilaporkan cenderung stabil setelah periode libur Hari Buruh. Kondisi pasar saat ini dipengaruhi oleh dinamika antara pasokan dan permintaan.

Aktivitas perdagangan berjalan relatif tenang pasca libur karena pasokan batu bara di pelabuhan yang mulai meningkat belum diimbangi oleh permintaan pembeli yang kuat atau pulih sepenuhnya.

Sementara itu, kondisi pasokan energi di India tengah menjadi sorotan. Coal India Ltd melaporkan penurunan produksi batu bara sebesar 9,7% pada bulan April 2026 menjadi 56,1 juta ton, turun dari 62,1 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini menambah kekhawatiran terkait ketahanan pasokan energi di saat permintaan listrik India melonjak tajam akibat gelombang panas yang ekstrem.

Sejalan dengan penurunan produksi, penyaluran atau penjualan batu bara ke pelanggan juga tercatat turun 2% yoy menjadi 63,2 juta ton, dibandingkan 64,5 juta ton pada bulan April tahun sebelumnya.

(gls/gls)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |