Gus Ipul Cek Finalisasi Arena dan Simulasi Registrasi Peserta Muktamar NU

6 hours ago 2

Jakarta -

Ketua Panitia Muktamar sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf meninjau finalisasi kesiapan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Pengecekan krusial ini dilakukan langsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Selasa (25/8).

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini didampingi oleh Ketua Steering Committee (SC) Muktamar Prof Mohammad Nuh dan Bendahara Umum PBNU Agus Gudfan Arief. Rombongan pengurus beserta panitia langsung mengecek kondisi lapangan Desa Tambakberas yang akan menjadi titik lokasi pembukaan.

Mereka melihat langsung pengerjaan tenda utama beserta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang telah memasuki tahap akhir. Rombongan kemudian bergegas menuju lokasi pendaftaran untuk melihat alur penerimaan tamu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Ipul, Prof Nuh, dan tokoh yang akrab disapa Gus Gudfan ini bahkan ikut menjajal langsung seluruh proses registrasi. Ketiganya mengambil nomor antrean, menjalani proses verifikasi data, hingga mencoba sistem pendaftaran mutakhir berbasis barcode.

Gus Ipul memuji penerapan teknologi modern dalam mempermudah pendataan peserta pada perhelatan akbar kali ini.

"Dua hari menjelang pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama, saya, Prof Nuh, Gus Gudfan dan beberapa pengurus PBNU melakukan simulasi registrasi peserta muktamar. Luar biasa, kali ini semuanya sudah mulai menyesuaikan dengan situasi dan kondisi hari ini, memakai barcode," kata Gus Ipul pada keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).

Sistem pendaftaran ini sengaja dirancang agar penerimaan peserta berlangsung cepat, tertib, nyaman, sekaligus presisi. Peserta yang telah lolos verifikasi akan langsung diarahkan menuju tempat sesuai pembagian provinsi, kabupaten/kota, maupun cabang masing-masing.

Gus Ipul meyakini penggunaan pangkalan data terpadu ini mampu meminimalisasi potensi penumpukan antrean massa di lokasi.

"Insyaallah kalau semua disiplin dan tertib, tidak akan ada antrean panjang. Semuanya nyaman dan presisi karena sudah sesuai dengan data," ujarnya.

Panitia juga telah menetapkan Daftar Peserta Tetap (DPT) beserta nama-nama pengurus yang berhak hadir secara resmi. Penggunaan sistem registrasi digital ini berfungsi ganda untuk menyaring ketat para peserta yang memenuhi persyaratan.

Gus Ipul menegaskan langkah antisipatif ini ditujukan demi menjaga ketertiban serta kelancaran agenda musyawarah tertinggi tersebut.

"Datanya sudah ada, DPT-nya sudah ditetapkan, nama-nama pengurus yang menjadi peserta juga semuanya sudah tertera dengan jelas. Dengan begitu diharapkan tidak ada peserta susupan, tidak ada peserta pengganti. Semuanya adalah peserta yang benar-benar memenuhi syarat," katanya.

Berkat sistem yang terintegrasi ini, seluruh tahapan pelayanan dari registrasi hingga penempatan akomodasi dapat diukur dengan baik. Gus Ipul sangat mengapresiasi kinerja optimal tim kesekretariatan panitia muktamar beserta keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Waktu persiapan selama kurang lebih 50 hari dinilai sukses dimaksimalkan untuk menuntaskan seluruh kebutuhan penyelenggaraan.

"Terima kasih kepada tim Kesekretariatan Panitia Muktamar, terima kasih kepada Panitia Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang dengan cermat, cepat, dan bekerja keras sehingga waktu 50 hari itu bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya," tuturnya.

Kini berbagai kebutuhan esensial muktamar mulai dari akomodasi, tempat persidangan, hingga sarana penunjang lainnya telah siap digunakan. Seluruh peserta diharapkan bisa memusatkan perhatian penuh pada agenda-agenda substantif demi masa depan organisasi.

Gus Ipul berharap forum permusyawaratan ini mampu melahirkan berbagai rumusan serta keputusan strategis yang relevan.

"Kami berharap seluruh peserta Muktamar bisa benar-benar fokus, memberikan kontribusi sehingga hasil-hasil Muktamar Ke-35, muktamar pertama di abad kedua NU, bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang membuat jam'iyah kita makin maju, makin relevan, makin membumi," katanya.

Keputusan muktamar ini juga diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi serta meningkatkan pelindungan terhadap warga. Kehadiran ilmu dan pandangan ulama dipastikan akan terus menjadi pedoman di tengah masyarakat.

"Organisasinya tertata, warganya terlayani, warganya diberikan pembelaan dan afirmasi. Sekaligus tentu ilmunya para ulama turut menuntun zaman dan membangun peradaban," jelasnya.

Perhelatan kali ini diakui memiliki makna sangat khusus karena menjadi muktamar pertama NU pada abad kedua organisasinya. Penyelenggaraan di Jombang turut membawa memori kolektif yang kuat akan tempat lahirnya para pendiri organisasi islam terbesar tersebut.

"Inilah awal abad kedua Nahdlatul Ulama. Muktamar kembali ke pangkuan muassis, kembali ke pangkuan para pendiri Nahdlatul Ulama," ungkap Gus Ipul.

Ia pun memanjatkan doa tulus agar rangkaian acara di lokasi bersejarah ini dapat berjalan sukses dan membawa keberkahan.

"Dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, mudah-mudahan ini menjadi muktamar yang menggembirakan, penuh berkah, dan berakhir dengan alhamdulillah karena semuanya berjalan lancar," tutup Gus Ipul.

Lihat juga Video: Cak Imin-Nusron Wahid Bicara soal Konsolidasi Jelang Muktamar NU

(ega/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |