Jakarta - Setelah Dadan Hindayana dicopot presiden dan ditangkap oleh Kejagung, Badan Gizi Nasional (BGN) kini memiliki pimpinan baru, Nanik S. Deyang. Sebelum menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang bertugas sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Meski baru akan dilantik secara resmi pada Senin (8/6) mendatang, Nanik sudah memiliki sederet program kerja dalam rangka memperbaiki performa Makan Bergizi Gratis (MBG). Mengutip detikEdu, Nanik tidak mengejar kuantitas dalam pelaksanaan MBG. Dia nanti akan memilah sekolah mana yang sebenarnya tidak membutuhkan program MBG. Kemudian, anggaran dari sekolah-sekolah tersebut akan dialokasikan ke sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Tahun 2026 ini mohon Bapak, kami tidak mengejar kuantitas. kami akan perbaiki kualitas. Sehingga kisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan yang, eh, bergizi, ya," ucap Nanik, dikutip dari detikEdu (4/6/2026).
Nanik juga akan membuat sejumlah kebijakan dalam rangka mengikuti anjuran efisiensi pemerintah. Merangkum detikEdu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan ada pemotongan pagu MBG seusai penahanan eks Kepala BGN Dadan Hindayana.
"Angkanya sekarang kan (sekitar) Rp 260 triliun, akan berkurang kan? Karena ada pemotongan hari dan segala macam," ucapnya di kompleks parlemen, pada Rabu (3/6/2026), dikutip dari Antara.
Terkait hal ini, Nanik memastikan efisiensi anggaran ini tidak mengurangi sasaran penerima program MBG. Saat ini, anggaran BGN telah dipotong menjadi Rp 268 triliun dari semula Rp 335 triliun.
"Kami berharap masih bisa menurunkan lagi. Namun tidak mengurangi sasaran. Kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang. Dalam rangka efisiensi anggaran, maka hal yang kami lakukan adalah pertama, refocusing penerima manfaat," ujar Nanik dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
Lalu apa sebenarnya tantangan MBG di kepemimpinan yang baru ini? Benarkah penggantian Kepala BGN menjadi momentum tepat untuk menyempurnakan program prioritas ini? Menghadirkan Pengamat Kebijakan Publik FAI UI, simak diskusinya dalam detikSore.
Menuju Nganjuk, Jawa Timur, detikSore akan melihat lebih dekat Museum Marsinah yang belum lama disahkan oleh Presiden Prabowo. Pada pekan pertama pembukaan, museum ini sudah ramai pengunjung.
Apa saja isi dari museum ini? detikSore akan mengajak detikers untuk melihat lebih dekat situasi di dalam museum.
Timnas Indonesia kembali menjalani FIFA Matchday di awal Juni 2026 ini. Skuad asuhan John Herdman akan hadapi Oman pada Jumat (5/6/2026) pukul 20.00 WIB dan Mozambik pada Selasa (9/6/2026) pukul 20.00 WIB. Kedua laga digelar di Stadion Utama GBK, Jakarta.
Tim Garuda saat ini dalam kondisi baik meskipun ditinggal bek andalan sekaligus kapten mereka, Jay Idzes, karena cedera. Dalam konferensi pers, pelatih Timnas, John Herdman, menggarisbawahi soal penyelesaian peluang timnya. Pria asal Inggris tersebut gemas karena Timnas Indonesia masih susah memaksimalkan peluang menjadi gol.
"Kami tidak memiliki cukup tembakan tepat sasaran mengingat seberapa besar kontrol yang kami miliki, kami tidak memiliki cukup orang di dalam kotak penalti, tidak cukup penetrasi di sepertiga akhir lapangan, dan sebagainya," ungkapnya.
"Sekali lagi, ini butuh waktu. Namun dengan kualitas yang kami miliki, saya percaya pada tim dan mereka nanti akan mengambil langkah yang besar," sambungnya.
Seperti apa analisis jelang pertandingan Timnas Indonesia menghadapi Oman? Bagaimana peta kekuatan kedua tim? Simak obrolannya bersama detikSport dalam segmen d'Hattrick!
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
(vys/gub)

















































