Dari Pulau Arar Papua, Ragaia Buktikan PNM Mekaar Ubah Nasib Keluarga

4 hours ago 3

Jakarta - Di berbagai wilayah pelosok Indonesia, akses terhadap layanan keuangan formal kerap menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir dan kepulauan di timur Indonesia. Di tengah kondisi itu, kisah Ragaia Sosir dari Pulau Arar, Papua Barat Daya, menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari mana saja.

Ragaia adalah nasabah PNM Mekaar sejak 2021. Ia membangun harapan sederhana untuk keluarganya: menyekolahkan anak dan merenovasi rumah agar lebih layak ditinggali. Dengan pembiayaan dan pendampingan dari PNM Mekaar, ia mulai menata kembali rumahnya sedikit demi sedikit mulai dari kamar mandi, kamar tidur, jendela, hingga bagian-bagian lain diperbaiki secara bertahap.

"Dulu saya cuma pikir anak-anak bisa tetap sekolah dan rumah bisa pelan-pelan lebih layak. Setelah ikut PNM Mekaar, saya rasa ada jalan untuk usaha. Kitong mulai dari kecil saja, perbaiki kamar mandi, kamar, jendela, sedikit-sedikit. Yang penting tetap jalan, supaya keluarga bisa hidup lebih baik," ujar Ragaia dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Dari Nasabah Jadi Ketua Kelompok

Perjalanan Ragaia tidak berhenti sebagai nasabah biasa. Konsistensinya membuat ia dipercaya menjadi Ketua Kelompok Mekaar di wilayahnya.

Dari posisi itu, ia melihat satu masalah nyata, warga harus menyeberang pulau hanya untuk mengakses layanan keuangan. Ragaia kemudian memutuskan menjadi agen BRILink, keputusan yang lahir dari pengamatan atas kebutuhan warga sekitar, sekaligus menjadi peluang usaha yang memberi manfaat lebih luas bagi lingkungannya.

Pemberdayaan dari Wilayah Terpencil

Kisah Ragaia menunjukkan pemberdayaan bisa tumbuh dari ruang-ruang kecil di wilayah paling jauh, ketika akses pembiayaan, pendampingan, dan keberanian untuk memulai bertemu.

Melalui PNM Mekaar, Ragaia kini tidak hanya memperbaiki kehidupan keluarganya, tapi juga mengajak perempuan di sekitarnya untuk berani melangkah seperti yang ia lakukan. Ia menjadi satu dari 22,9 juta masyarakat Indonesia yang telah memperoleh layanan PNM, bukti bahwa pemberdayaan tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menjangkau pesisir, pulau-pulau kecil, dan pelosok negeri. (akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |