Jakarta, CNBC Indonesia - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memastikan, digitalisasi sistem pembayaran akan terus dilanjutkan di bawah kepemimpinannya, termasuk ekspansi pengembangan QRIS.
Hal ini Destry ungkapkan saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test sebagai calon gubernur BI di Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
"Digitalisasi melalui transaksi QRIS akan terus dilanjutkan," ucap Destry.
Destry menganggap, kebijakan digitalisasi sistem pembayaran ini akan terus diarahkan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan secara aman, efisien, dan inklusif.
Ia pun menyebut, transaksi QRIS tercatat terus tumbuh, dengan data per Juli 2026 mengalami pertumbuhan 82,4% dengan pengguna sebanyak 67,5 juta dan jumlah merchant 45,5 juta. Sebanyak 96,7% di antara merchant ialah UMKM.
Menurut Destry, di tengah proses digitalisasi itu, penguatan perlindungan konsumen, pencegahan fraud, dan mitigasi risiko cyber juga akan menjadi prioritas BI.
Selain itu, meski digitalisasi sistem pembayaran akan terus digencarkan, ia memastikan bahwa komitmen BI untuk menjaga uang tunai rupiah akan terus dilakukan, dengan cara menjaga ketersediaan dan kualitasnya secara baik.
"Namun satu hal, digitalisasi tidak meninggalkan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai, Bank Indonesia akan tetap memastikan ketersediaan rupiah yang berkualitas dan layak edar di seluruh wilayah NKRI termasuk daerah 3T" ungkap Destry.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]
















































