Jakarta, CNBC Indonesia - Buronan kasus megakorupsi dana investasi negara Malaysia, 1Malaysia Development Berhad (1MDB), Jho Low, kembali menggegerkan dunia. Pengusaha yang menjadi sosok sentral dalam skandal bernilai miliaran dolar AS itu dilaporkan mengajukan permohonan pengampunan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Melansir AFP Rabu (13/5/2026), Jho Low yang bernama asli Low Taek Jho tercatat secara resmi mengajukan "post-conviction pardon" atau pengampunan setelah hukuman di situs Departemen Kehakiman AS. Langkah itu langsung memicu sorotan internasional karena Jho Low hingga kini masih berstatus buronan.
Perlu diketahui, skandal 1MDB, terkait dana investasi negara yang dibentuk pada 2009 oleh mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak. Dana tersebut semula dibuat untuk mendorong pembangunan ekonomi Malaysia, namun justru berubah menjadi salah satu kasus korupsi terbesar dunia.
Penyidik menuduh lebih dari US$4,5 miliar atau sekitar Rp78,75 triliun (dengan kurs sekitar Rp17.500/US$) digelapkan dari 1MDB sepanjang 2009-2015 oleh sejumlah pejabat dan pihak terkait, termasuk Jho Low. Najib Razak sendiri telah divonis bersalah dalam sejumlah perkara korupsi terkait 1MDB dan dijatuhi hukuman penjara serta denda mencapai US$2,8 miliar atau sekitar Rp49 triliun.
Dalam berbagai persidangan, kubu pembela Najib berkali-kali menyebut Jho Low sebagai "dalang utama" skema penjarahan dana negara tersebut. Meski telah didakwa di AS, Jho Low membantah seluruh tuduhan.
Ia menghilang hampir satu dekade terakhir hingga kini. Pemerintah Malaysia juga gagal memulangkannya lewat proses ekstradisi.
Media internasional selama ini berspekulasi bahwa Jho Low bersembunyi di China. Isu itu kembali mencuat bertepatan dengan agenda kunjungan Donald Trump ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping pada Rabu waktu setempat.
Skandal 1MDB sudah mengguncang politik Malaysia dan menjadi salah satu penyebab tumbangnya koalisi Barisan Nasional pada Pemilu 2018. Koalisi tersebut sebelumnya berkuasa sejak Malaysia merdeka pada 1957.
Kasus ini juga menyeret sejumlah tokoh global dan industri keuangan dunia. Dua mantan bankir Goldman Sachs ikut dijatuhi hukuman terkait skandal tersebut.
Penyidik mengungkap dana hasil korupsi dipakai untuk membeli berbagai aset mewah, mulai dari kapal pesiar super mewah, properti elite, lukisan karya Claude Monet dan Vincent van Gogh, hingga mendanai film Hollywood "The Wolf of Wall Street". Aktor Leonardo DiCaprio bahkan sempat memberikan kesaksian di pengadilan terkait gaya hidup glamor dan pesta mewah yang digelar Jho Low.
Skandal ini turut menjerat rapper Pras Michel dari grup hip hop Fugees. Ia dinyatakan bersalah karena membantu menyalurkan dana 1MDB ke ranah politik Amerika Serikat.
(tfa/șef)
Addsource on Google


















































