Jakarta, CNBC Indonesia - Iduladha menjadi salah satu hari besar keagamaan tahunan umat Islam di penjuru dunia. Hari raya ini dilaksanakan dengan berkurban hewan sembelihan berkaki empat, seperti kambing atau domba, sapi, hingga unta.
Ibadah kurban di Indonesia biasanya merujuk pada sejarah Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. Kisah ini termaktub di dalam Alquran, Surah As-Saffat ayat 102-107.
Dalam kitab suci umat Islam itu, dikisahkan saat Nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih Nabi Ismail. Ismail pun menunjukkan ketaatan dan keikhlasan setelah dikabarkan Ibrahim tentang mimpinya. Pada akhirnya, Allah mengubah Ismail dengan domba besar saat Ibrahim mau mulai proses penyembelihan.
Kendati begitu, mengutip artikel yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berjudul "Kurban Pertama Kali Dilakukan oleh Siapa, Ini Kisah Lengkapnya", tradisi kurban pertama kali dicetuskan oleh dua anak Nabi Adam, yakni Qabil dan Habil. Kisah itu tercantum di dalam Alquran, Surah Al-Ma'idah ayat 27.
"Dari ayat tersebut, jelas bahwa jawaban dari pertanyaan kurban pertama kali dilakukan oleh siapa adalah Habil dan Qabil, anak-anak Nabi Adam AS. Mereka diperintahkan untuk mempersembahkan kurban sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT," sebagaimana tertera dalam artikel di website Baznas, dikutip Rabu (27/5/2026).
Dalam kisahnya, Allah menerima kurban dari Habil karena ia mempersembahkannya dengan tulus serta memilih hewan terbaik yang ia miliki. Sementara kurban Qabil ditolak karena tidak ikhlas dan mempersembahkan hasil panen yang buruk.
"Maka dari itu, ketika kita menelusuri kurban pertama kali dilakukan oleh siapa, kita akan sampai pada kesimpulan bahwa ibadah ini sudah ada sejak zaman manusia pertama, sebagai bagian dari perintah Allah yang menekankan pentingnya niat dan ketaatan," tulis Baznas dalam artikel terbitan Mei 2025 itu.
Menurut Baznas, para ulama juga sepakat kisah Habil dan Qabil adalah tonggak awal dalam sejarah kurban. Ini menunjukkan ibadah kurban memiliki akar yang sangat dalam di tradisi keimanan umat manusia, bahkan sebelum datangnya para nabi besar lainnya.
Sementara itu, kisah kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, menurut Baznas menjadi penegasan dari makna sejati kurban. Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba sebagai bukti bahwa Allah tidak membutuhkan darah ataupun barang yang dikurbankan, melainkan keikhlasan.
"Dari kisah ini, kita belajar bahwa kurban bukan hanya soal ritual penyembelihan hewan. Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail mengajarkan bahwa kurban adalah tentang penyerahan diri total kepada kehendak Allah," menurut Baznas.
Ibadah ini pun dilanjutkan dalam syariat Nabi Muhammad. Rasulullah itu menjadikan ibadah kurban sebagai amalan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) pada Hari Raya Idul Adha dan menjadi rangkaian musim haji.
(luc/luc)
Addsource on Google


















































