Berkah Talas dari Cikeas, Iyos Bisa Renovasi Rumah Lewat Dukungan BRI

13 hours ago 1

Jakarta - Iyos sama sekali tak pernah menyesali keputusannya untuk beralih pekerjaan menjadi petani. Ada kepuasan tersendiri yang ia rasakan setiap kali menerima hasil panen dari jerih payahnya.

Siang itu, Iyos berada di tengah hamparan tanaman talas dan jagung di Kampung Ciowa, Desa Cikeas, Kabupaten Bogor. Dari lahan itulah, pria bernama lengkap Yos Juma tersebut menggantungkan hidup keluarganya.

Di sela-sela mengelola kebun talas garapannya, Iyos bercerita bagaimana pertanian menjadi titik balik perjalanan hidupnya setelah sempat kesulitan saat pandemi COVID-19. Dukungan permodalan dari BRI juga ikut mendorong usahanya berkembang hingga seperti sekarang.

Sebelum memutuskan menjadi petani, Iyos awalnya bekerja di 'jalanan'. Namun karena situasi saat itu tidak memungkinkan orang-orang untuk keluar rumah, Iyos pun memutar otak untuk bisa tetap bekerja dan menghidupi keluarganya.

Ia kemudian mencoba bertani dengan modal sendiri. Di saat yang bersamaan, Iyos juga ikut bergabung dengan kelompok tani agar mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Namun seiring berjalannya waktu, anggota kelompok tani tersebut mundur satu per satu. Saat itulah Iyos mulai kebingungan mencari cara untuk mempertahankan usaha taninya di saat modal belum sepenuhnya memadai.

"Nah, alhamdulillah saya komunikasi sama Bank BRI, kebetulan waktu itu ada program KUR," kata Iyos saat ditemui detikcom, Selasa (19/5/2026).

Ladang Talas dan Jagung di Desa Cikeas BogorLadang Talas yang Dikelola Iyos di Desa Cikeas Bogor (Foto: Kanavino/detikcom)

Iyos pertama kali mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI senilai Rp 40 juta pada 2023. Dari pinjaman itu, usaha Iyos mulai terarah dan bibit pertanian semakin meningkat.

"Alhamdulillah sampai sekarang saya lancar, bisa bertani gitu. Bisa berarti menafkahi keluarga," kata Iyos.

Iyos saat ini menggarap lahan milik orang lain sekitar 6.000 meter persegi. Menurutnya, lahan tersebut telah digarap turun-temurun, mulai dari almarhum ayah hingga ibunya. Lalu ia meneruskan usaha tani tersebut dengan sistem sewa senilai Rp 7,5 juta per tahun.

"Alhamdulillah saya dengan kerja sama sama BRI lebih nyaman, lebih enak, ternyata di bidang pertanian. Walaupun hasil tidak seberapa. Tapi rasanya enak. Jauh bedalah hidup dengan di jalan," ujar Iyos.

Alasan Iyos memilih bertani talas sebab pasarnya yang sudah jelas. Banyak lapak-lapak di pasar yang membutuhkan talas merah sutra ungu.

Adapun jagung ia tanam sebagai persiapan bertani talas pada musim berikutnya. Sebab, menurut Iyos, ladang bekas talas harus ditanami tanaman lain dulu sebelum ditanami talas kembali.

"Biar lahan tersebut steril, nggak ada bakteri gitu, saya berarti tanam dulu jagung. Setelah jagung, talas lagi," ujar Iyos.

Usaha Talas Mulai Menghasilkan

Setelah berjalan beberapa tahun, usaha talas yang ditekuni Iyos kini mulai menghasilkan. Ia bercerita dalam setiap kali panen tiap enam bulan, dirinya bisa meraup laba bersih Rp 10 juta-Rp 12 juta.

"Kadang ada 8.000 talas, kadang ada 5.000, tergantung permintaan pasar," kata Iyos menceritakan jumlah talas dalam sekali panen.

Sedangkan untuk jagung, Iyos mengaku bisa menjual hasil taninya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan. Keuntungan itu ditambah lagi dengan pemasukan dari lahan miliknya sendiri.

"Ada yang 1.200 (meter persegi), ada yang 500, jadi enggak nyatu seperti itu, nggak satu hamparan," ujar Iyos.

Perkembangan usaha Iyos juga memberikan manfaat bagi warga sekitar. Saat ini Iyos mempekerjakan dua orang warga untuk membantunya dalam bertani dengan sistem borongan.

Ia menggaji pegawainya itu setiap kali pengolahan lahan dan penanaman. Mereka digaji dalam hitungan petak ladang yang digarap. Di samping itu, Iyos juga mendaftarkan pegawainya untuk mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan.

"Satu petak itu hitungannya Rp 500.000 sama nanam," ujar Iyos.

Iyos bersyukur usaha taninya bisa membantu perekonomian warga sekitar. Bahkan, menurut Iyos, salah seorang pekerja kini bisa memiliki rumah setelah ikut bekerja di ladang taninya.

"Saat baru nikah dia kerja sama saya, punya anak satu, dari tidak punya rumah, sekarang alhamdulillah dia punya rumah sendiri," tutur Iyos.

Untuk ekonomi keluarga sendiri, Iyos pun bersyukur usaha taninya bisa membantu kebutuhan rumah tangga. Pria yang kini telah memiliki dua cucu itu mengatakan cicilan yang harus dibayarkan ke BRI juga lancar.

"Itulah enaknya kerja sama sama BRI," kata Iyos.

Ladang Talas dan Jagung di Desa Cikeas BogorLadang Talas dan Jagung yang Dikelola Iyos di Desa Cikeas Bogor (Foto: Kanavino/detikcom)

Banyak perubahan yang dialami Iyos setelah memutuskan bertani talas. Ia mengatakan penghasilan dari bertani bisa mencukupi kebutuhan keluarganya yang memiliki empat anak.

Penghasilan dari bertani juga membuat Iyos bisa merenovasi rumah yang sebelumnya masih sederhana. Iyos mengatakan rumahnya kini lebih nyaman untuk ditempati.

"Kalau ekonomi lancar kita sama keluarga juga kan enak, harmonis seperti itu," kata dia.

Tak hanya dampak untuk keluarga, usaha yang dikelolanya itu juga bermanfaat bagi warga setempat. Masyarakat bisa membeli talas dari Iyos dengan harga yang lebih murah dari harga pasar.

Setelah usahanya berkembang, Iyos kembali mengajukan pinjaman KUR BRI sekitar Rp 64 juta. Ia mempertimbangkan secara seksama jumlah uang yang dipinjam karena ia tak ingin bayaran angsurannya tersendat.

"Saya nggak mau nama baik saya tercoreng gara-gara itu di bank BRI," ujar Iyos.

Ia menyampaikan terima kasih atas pinjaman modal yang selama ini diberikan BRI. Ke depan, Iyos berharap usahanya bisa terus berkembang hingga ia bisa mempunyai kios sendiri untuk menggarap hasil pertaniannya.

"Rencana ke depan saya pengin punya kios sendiri untuk pasar-pasar pertanian saya ini," imbuhnya.

BRI Sambut Positif Perkembangan Usaha Iyos

Mantri BRI Unit Cimahpar, Win Zikra, mengaku senang melihat perkembangan usaha warga berkat bantuan permodalan dari BRI. Menurutnya, KUR yang disalurkan BRI benar-benar dirasakan manfaatnya dalam meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

"Kami sebagai perbankan yang membantu permodalan bagi usaha-usaha UMKM, ada manfaatnya," kata Win saat ditemui di Kantor Desa Cikeas.

Ia berharap usaha pertanian yang dikelola Iyos ke depannya dapat lebih maju. Dengan begitu, usaha tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan Iyos sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

"Jadi harapan kita tentunya dengan nasabah Pak Iyos tadi lebih meningkat lagi, mungkin lahannya bisa lebih luas lagi dalam proses produksinya," imbuh dia.

(knv/knv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |