Banjir Rendam 7 Kecamatan di Lutra: 12 Ribu Warga Terdampak-Ratusan Mengungsi

2 days ago 3

Luwu Utara - Sebanyak tujuh kecamatan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), terendam banjir akibat curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul. Peristiwa ini mengakibatkan sebanyak 12.307 warga terdampak, dengan 110 jiwa di antaranya harus mengungsi.

Anggota Tim BPBD Lutra, A Zulkarnain, mengatakan banjir di tujuh kecamatan tersebut terjadi sejak Rabu (13/5/2026). Merespons kondisi ini, Pemkab Lutra telah menetapkan status tanggap darurat banjir, yang berlaku sejak Kamis (18/5) hingga Selasa (16/6).

"Data per hari ini ada masih ada tujuh kecamatan berdampak. Tiga kecamatan yang parah dan empat sisanya memang tidak separah yang tiga tadi, tapi air dari kondisi awalnya belum berubah," kata Zulkarnain kepada detikSulsel, Rabu (3/6/2026).

Zulkarnain menuturkan banjir yang melanda tujuh kecamatan tersebut merendam sedikitnya 29 desa. Akibatnya, puluhan fasilitas ibadah hingga sekolah ikut terendam air.

"Untuk fasilitas ibadah yang terendam ada 34 unit, fasilitas kesehatan 10 unit, fasilitas pendidikan 27 unit, jembatan rusak ada 6 unit, serta ada 121 ribu meter jalan yang terendam," ungkapnya.

Selain itu, ia memaparkan terdapat 558 jiwa lansia dan 330 jiwa balita yang turut terdampak banjir.

"Total semua itu ada 3.557 keluarga, ada 29 ibu hamil dan disabilitas sebanyak 6 orang," jelasnya.

Sebanyak 3.242 kepala keluarga di Luwu Utara terdampak banjir imbas curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul.Sebanyak 3.242 keluarga di Luwu Utara terdampak banjir imbas curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul. (dok. istimewa)

Zulkarnain menambahkan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat telah melakukan peninjauan langsung ke beberapa titik banjir pada Minggu (31/5). Saat peninjauan, tim BNPB didampingi langsung oleh Bupati Lutra Andi Abdullah Rahim, beserta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Tim BNPB telah datang dan meninjau dapur dan tanggul yang jebol, kemudian berdialog dengan para warga guna mencari solusi terbaik," ucapnya.

Menurut Zulkarnain, kebutuhan mendasar bagi warga yang terdampak banjir saat ini adalah pasokan makanan dan air bersih. Di samping itu, perbaikan infrastruktur, seperti jembatan dan tanggul, juga menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.

"Sampai saat ini kebutuhan mendesak pasti kebutuhan hidup dasar, makanan dan air bersih. Karena saat ini belum ada tanda-tanda air akan surut," tutupnya.

Lihat juga Video: Banjir Luwu Utara Meluas, 24 Desa Terendam

(hmw/sar)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |