6 Kebiasaan Bikin Kolesterol Melonjak, Hati-Hati Jebakan No.2

8 hours ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kolesterol tinggi kerap dikaitkan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak. Padahal, kadar kolesterol dalam tubuh juga dipengaruhi oleh berbagai pola hidup yang sering kali luput disadari.

Sejumlah kebiasaan sehari-hari, mulai dari kurang bergerak hingga sering begadang, dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL). Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Kabar baiknya, sebagian besar faktor risiko tersebut dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Mengutip Beautynesia, berikut enam kebiasaan yang diam-diam dapat memicu kenaikan kolesterol.

1. Kurang Bergerak

Gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik menjadi salah satu penyebab meningkatnya kadar kolesterol. Duduk terlalu lama saat bekerja, menonton televisi, atau bermain media sosial membuat tubuh membakar lebih sedikit lemak.

Akibatnya, kadar kolesterol LDL berpotensi meningkat, sementara kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL)justru menurun.

Menurut American Heart Association (AHA), aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menurunkan kadar LDL sekaligus meningkatkan HDL, sehingga turut mengurangi risiko penyakit jantung. Karena itu, orang dewasa disarankan tetap aktif bergerak, misalnya dengan berjalan kaki atau berdiri setiap beberapa waktu saat bekerja di depan komputer.

2. Sering Begadang

Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh mudah lelah, tetapi juga dapat mengganggu metabolisme lemak dan gula.

Tidur kurang dari tujuh hingga delapan jam setiap malam dalam jangka panjang dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang berperan dalam metabolisme. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kolesterol tinggi.

Selain itu, orang yang kurang tidur umumnya lebih mudah merasa lapar dan cenderung mengonsumsi makanan tinggi kalori sebagai sumber energi tambahan.

3. Stres Berkepanjangan

Stres kronis dapat memicu peningkatan hormon kortisol dan adrenalin. Kadar kortisol yang tinggi diketahui mendorong hati memproduksi lebih banyak kolesterol.

Tak hanya itu, saat mengalami stres, seseorang juga lebih rentan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak, makan berlebihan, atau mengurangi aktivitas fisik. Kombinasi kebiasaan tersebut semakin meningkatkan risiko kolesterol tinggi.

Johns Hopkins Medicine menyebut stres kronis dapat memengaruhi kesehatan jantung melalui perubahan hormon serta kebiasaan hidup yang kurang sehat.

4. Terlalu Banyak Makan Lemak Jenuh dan Lemak Trans

Asupan lemak jenuh dan lemak trans masih menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap kenaikan kolesterol LDL.

Jenis lemak ini banyak ditemukan pada gorengan, makanan cepat saji, kulit ayam, daging berlemak, mentega, pastry, hingga makanan yang diolah menggunakan minyak terhidrogenasi.

Mengurangi konsumsi makanan tersebut dan menggantinya dengan sumber lemak sehat, seperti ikan, alpukat, serta kacang-kacangan, dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.

5. Gemar Makanan Olahan dan Minuman Manis

Makanan olahan seperti sosis, nugget, mi instan, dan camilan kemasan umumnya mengandung gula tambahan, garam, serta lemak tidak sehat dalam jumlah tinggi.

Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan tersebut dapat meningkatkan kadar trigliserida sekaligus memperburuk profil lemak dalam darah.

Hal serupa juga berlaku untuk minuman manis, seperti minuman bersoda, teh kemasan, maupun kopi dengan tambahan gula berlebih.

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, konsumsi gula tambahan secara berlebihan berkaitan dengan meningkatnya kadar trigliserida dan risiko penyakit kardiovaskular.

6. Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebihan

Merokok diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol HDL yang berfungsi membantu membersihkan kolesterol berlebih dari pembuluh darah.

Sementara itu, konsumsi alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan kadar trigliserida serta mengganggu metabolisme lemak dalam tubuh.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kedua kebiasaan tersebut meningkatkan risiko terbentuknya plak di pembuluh darah yang dapat berujung pada penyakit jantung maupun stroke.

Karena itu, menjaga pola makan sehat saja belum cukup untuk mengendalikan kolesterol. Aktivitas fisik yang rutin, tidur yang cukup, mengelola stres, serta menghindari rokok dan alkohol juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |