Warga di Padukuhan Randu Wonokerso Hargobinangun, Pakem, Sleman, digegerkan dengan temuan bayi-bayi di rumah bidan. Bayi-bayi itu disebut mayoritas hasil hubungan di luar nikah.
Dirangkum detikcom dilansir detikJogja, Selasa (12/6/2026), Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi menjelaskan awalnya petugas menerima informasi yang janggal terkait keberadaan belasan bayi di rumah tersebut. Bayi-bayi itu dirawat oleh tiga orang. Berikut fakta-faktanya:
1. Ada 11 Bayi Dievakuasi
Petugas kepolisian dan dinas terkait mengevakuasi 11 bayi dari rumah bidan itu. Kata polisi, bidan itu yang membantu persalinan sejak 5 bulan yang lalu.
"Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut. Di suatu rumah yang ditungguin atau dirawat oleh tiga orang," kata Wiwit kepada wartawan.
2. Ada 3 Bayi dalam Kondisi Sakit
Wiwit menjelaskan, 11 bayi tersebut kemudian dievakuasi pada Jumat (8/5) sore bersama dinas terkait. Tiga bayi dirawat di rumah sakit, dua diambil orang tua, sementara enam bayi lainnya dievakuasi Dinas Sosial Sleman.
"Tiga bayi kita rawat di RSUD, kemarin dua bayi diambil yang mengaku ibunya. Terus enam bayi yang lain dirawat di dinsos untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Wiwit menjelaskan, 11 bayi tersebut dilahirkan di wilayah Banyuraden, Gamping dibantu bidan berinisial ORP. Berawal dari adanya satu ibu yang melahirkan di bidan itu dan kemudian menitipkan bayi yang dilahirkan.
3. Bayi Mayoritas Hasil dari Luar Nikah
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, bayi-bayi tersebut mayoritas hasil hubungan di luar nikah.
"Ya, untuk bayi ini mayoritas memang, terus terang, di luar pernikahan," kata Wiwit.
Ia menjelaskan, polisi melakukan penyelidikan setelah menerima informasi adanya 11 bayi yang dirawat di sebuah rumah. Hasil pendalaman sementara diketahui para bayi tersebut dilahirkan dengan bantuan bidan berinisial ORP di wilayah Bayuraden, Gamping.
4. Polisi Periksa Bidan hingga Ortu
Polresta Sleman menyelidiki kasus ini. Sebanyak 11 orang sudah diperiksa, termasuk bidan berinisial ORP, yang membantu proses persalinan.
Selain bidan, ada wanita berinisial K dan pria berinisial S, yang merupakan orang tua bidan tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya ikut membantu mengasuh bayi bersama seorang pembantu.
"Saksinya sudah ada yang kami klarifikasi terhadap satu bidan, inisialnya, ORP. Terhadap pengasuhnya, yaitu Ibu K. Dibantu suaminya, Bapak S, dan satu pembantunya," kata Wiwit kepada wartawan.
Selain itu, polisi telah meminta keterangan dari enam orang ibu bayi yang menitipkan anak ke bidan tersebut. Wiwit menyebut orang tua bayi itulah yang berinisiatif menitipkan anak.
"Orang tuanya karena memiliki kesibukan ataupun memiliki status yang mungkin masih belum menikah, makanya sementara dititipkan. Tapi mereka rata-rata beralasan karena kesibukan dan akan mengambil kembali," katanya.
Wiwit mengatakan petugas masih terus mendalami peristiwa ini. Apakah ada indikasi penelantaran, perdagangan anak, atau tindak pidana lain. Oleh karena itu, polisi belum menetapkan tersangka dalam peristiwa ini.
"Masih lidik semuanya. Jadi masih lidik, sifatnya masih klarifikasi terhadap mereka dan pendalaman-pendalaman saksi-saksi, yang baik di TKP ataupun yang bersangkutan yang merawat ataupun dengan bidan juga," tegasnya.
Saksikan Live DetikPagi:
(whn/yld)

















































